Minggu, 23 September 2012
Finally, My Dream Come True!!!
Mimpi memang bunga tidur, tapi dalam kehidupan nyata pun masih banyak orang yang mempunyai mimpi. Mimpi sejak kecil, yang sulit sekali bisa saya wujudkan. Berulang kali saya menyatakan keinginan saya tersebut kepada keluarga, berulang kali pula saya mendapat jawaban "tidak mungkin" . Kecewa itulah selalu yang saya rasakan dilubuk hati paling dalam.
Saya ingat bagaimana dulu teman2 saya disekolah selalu menceritakan apa yg mereka "miliki" itu yang disisi lain menjadi sebuah "mimpi besar" untuk saya. Saya tidak pernah terlibat dalam pembicaraan dengan teman2 saya tersebut, saya selalu menghindar. Saya tidak ingin sedih.
Tahun demi tahun, keinginan hanyalah sebuah keinginan. Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai memiliki banyak benda yang memang saya miliki dengan cara sengaja ataupun tidak sengaja, yang memang saya suka ataupun terpaksa suka. Dan sudah tentu saya sangat memerlukan tempat khusus untuk menyimpan semua. Bukankah memang sudah sewajarnya sebagai seorang mahluk hidup yang mempunyai tujuan jelas didunia ini harus memiliki sesuatu yang pribadi...?? Akhirnya ketika saya mulai mengenal dunia kerja pada awal tahun 2000 dan kakak saya yang nomor tiga memutuskan untuk berumah tangga. Saya melihat peluang tentang "mimpi" saya yang akan terwujud. Oohh alangkah senangnya saya saat itu, hidup saya menjadi semakin semangat, saya selalu menambah volume "senyum" saya. Tapi semua tidak semudah yang dibayangkan. Pro kontra antar sesama penghuni rumahpun kadang tidak bisa terhindar.
Sampai suatu ketika, pada saat itu saya masih dikantor, adik saya yang paling kecil menelepon ke kantor. Tidak seperti biasanya. Aneh, ada apa ya..?? Cuma tanya itu yang terlintas di dalam hati saya. Maka terjadilah percakapan singkat antara saya dan adik, Ka nanti kalau kakak pulang kantor, langsung pulang ya, ada yang mau dibicarain, kakak tenang aja, gak ada apa-apa koq, semuanya ini kabar baik, jadi kakak tidak usah buruk sangka. Karna sepertinya memang kabar baik, hati saya yang tadinya sempat agak sedikit was-was berubah menjadi lebih tenang.
Pulang kantor seperti janji saya, sayapun langsung ke rumah. Begitu sampai dirumah, yang saya lihat rumah sedikit lengang. Pada kemana ya..?? Saya buka pintu kamar satu2, tidak ada satu orangpun didalam kamar. Tiba2 saya mendengar adik saya memanggil dari dalam kamar kakak saya. Secara spontan saya langsung membuka pintu, astaga, cuma kata itu yang sempat terucap. Ya disana saya lihat, ada satu tempat tidur yang terbuat dari kayu jati, kasur dan sudah dibungkus seprei warna kesayangan saya - warna ungu. Karpet kecil, radio, lemari buku dan lemari baju saya sudah ada dalam "kamar impian" saya selama ini. Bagi saya inilah "hadiah terindah" yang pernah saya peroleh dari keluarga.
Semenjak saya kecil, saya ingin sekali punya kamar sendiri. Tapi itu tidak mungkin. Walau rumah kami cukup besar, tapi kami tidak mempunyai kamar yang banyak. Selain itu, belum lagi saudara2 dari pihak mama saya yang pada saat itu memang tinggal dirumah kami. Ketika satu persatu kakak2 saya dan saudara2 mama saya menikah, kamar dirumah kami banyak yang kosong. Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya saya bisa juga memiliki "mimpi" saya dan sekarang kamar adalah "my comfort zone" bagi saya. My Sweet Room, My Best gift, Love My Family.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar